Misi Mars: Sejauh Mana Kita Sudah Sampai?
Mars, planet merah, telah lama menjadi target eksplorasi manusia. Ilmuwan ingin mengetahui apakah planet ini pernah atau bisa mendukung kehidupan. Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai misi telah diluncurkan untuk mempelajari permukaan, atmosfer, dan potensi kehidupan di Mars.
Misi Tanpa Awak
Eksplorasi Mars dimulai dengan pengiriman wahana tanpa awak. NASA, ESA, dan lembaga luar angkasa lain telah mengirim satelit pengorbit dan robot penjelajah. Beberapa misi penting meliputi:
- Mars Pathfinder (1997): Misi sukses pertama yang membawa robot penjelajah kecil, Sojourner.
- Spirit dan Opportunity (2004): Robot ini menjelajahi permukaan Mars selama bertahun-tahun dan menemukan bukti adanya air di masa lalu.
- Curiosity (2012): Masih aktif, robot ini meneliti bebatuan dan tanah Mars untuk mencari tanda-tanda kehidupan purba.
- Perseverance (2021): Robot terbaru NASA yang membawa teknologi canggih, termasuk helikopter kecil Ingenuity dan alat pengumpul sampel batuan.
Penemuan Penting
Misi-misi ini telah menemukan banyak hal menarik. Salah satunya adalah jejak mineral yang hanya terbentuk dengan air. Ini menandakan bahwa Mars dulu memiliki air cair di permukaannya. Atmosfer tipis Mars juga mengandung metana, gas yang bisa berasal dari proses biologis atau geologis. Namun, belum ada bukti pasti adanya kehidupan.
Upaya Mengembalikan Sampel
NASA dan ESA sedang merancang misi untuk membawa sampel batuan Mars kembali ke Bumi. Misi ini disebut Mars Sample Return. Sampel yang dibawa akan diperiksa dengan peralatan laboratorium canggih untuk mencari jejak kehidupan mikroba masa lalu.
Menuju Misi Berawak
Misi berawak ke Mars masih dalam tahap perencanaan. NASA menargetkan misi manusia pertama ke Mars pada 2030-an. Tantangan utamanya adalah lamanya perjalanan, radiasi kosmik, serta kebutuhan air, makanan, dan oksigen bagi para astronot. Namun, teknologi terus dikembangkan, termasuk kendaraan, habitat, dan sistem pendukung kehidupan.
Peran Swasta dan Internasional
Perusahaan seperti SpaceX juga memiliki ambisi besar ke Mars. SpaceX merancang roket Starship untuk membawa manusia ke sana. Kolaborasi global pun semakin penting untuk mempercepat eksplorasi dan berbagi biaya serta teknologi.
Kesimpulan
Eksplorasi Mars telah mencapai kemajuan besar. Dari robot penjelajah hingga rencana misi berawak, manusia semakin dekat dengan planet merah. Meski banyak tantangan, impian menjelajahi dan mungkin suatu hari tinggal di Mars bukan lagi sekadar fiksi ilmiah.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga