Mengapa Manusia Belum Bisa Tinggal di Mars?
Mars sering disebut sebagai “planet harapan” untuk kehidupan di luar Bumi. Namun, hingga kini manusia belum bisa tinggal di mars. Banyak tantangan besar, terutama dari sisi lingkungan, teknologi, dan kesehatan, yang membuat pemukiman manusia di Mars masih sebatas impian.
Atmosfer Mars Tidak Mendukung Kehidupan
Mars memiliki atmosfer yang sangat tipis, hanya sekitar 1% dari tekanan atmosfer Bumi. Atmosfernya juga didominasi oleh karbon dioksida (95%), dengan hampir tidak ada oksigen. Manusia tidak bisa bernapas di atmosfer Mars tanpa bantuan alat.
Selain itu, atmosfer tipis tidak cukup untuk melindungi permukaan dari radiasi matahari dan kosmik. Tanpa perlindungan yang memadai, manusia akan terpapar radiasi berbahaya yang bisa merusak sel dan menyebabkan kanker.
Suhu Ekstrem dan Cuaca Tidak Stabil
Mars sangat dingin. Suhu rata-ratanya sekitar -60°C, dan bisa turun hingga -125°C di malam hari. Suhu seperti ini tidak bisa ditoleransi oleh tubuh manusia tanpa perlindungan ekstrem.
Mars juga sering mengalami badai debu besar yang bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Badai ini mengurangi cahaya matahari, mengganggu sistem tenaga surya, dan merusak peralatan.
Ketersediaan Air Terbatas
Air sangat penting untuk kehidupan. Di Mars, air dalam bentuk cair hampir tidak ada di permukaan. Air hanya ditemukan dalam bentuk es di kutub atau terkubur di bawah tanah. Teknologi untuk menambang dan mengolah air dari es masih belum cukup efisien untuk digunakan dalam skala besar.
Masalah Kesehatan dan Biologi
Gaya gravitasi Mars hanya 38% dari gravitasi Bumi. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti pengeroposan tulang, melemahnya otot, dan gangguan sistem sirkulasi.
Perjalanan ke Mars pun sangat panjang, sekitar 6–9 bulan. Astronaut akan mengalami isolasi, stres psikologis, dan kehilangan massa otot selama perjalanan.
Infrastruktur dan Teknologi Belum Siap
Membangun tempat tinggal di Mars memerlukan teknologi tinggi untuk menciptakan habitat kedap udara, suhu stabil, dan sistem pendukung kehidupan. Hingga kini, belum ada sistem yang terbukti bisa mendukung kehidupan manusia secara mandiri di Mars dalam waktu lama.
Energi juga menjadi tantangan besar. Panel surya kurang efektif selama badai debu, sementara sumber energi lain masih sulit diadaptasi untuk lingkungan Mars.
Kesimpulan
Manusia belum bisa tinggal di Mars karena tantangan lingkungan, keterbatasan teknologi, dan risiko kesehatan yang sangat tinggi. Meski eksplorasi terus berlangsung, dibutuhkan waktu dan inovasi besar sebelum manusia bisa hidup secara aman dan mandiri di planet merah.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga