Mengenal Proyek Artemis NASA
Proyek Artemis adalah misi besar NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan. Tidak hanya itu, Artemis juga menjadi langkah awal menuju eksplorasi Mars. Proyek ini menandai era baru dalam penjelajahan luar angkasa.
Tujuan Utama Proyek Artemis
Artemis memiliki tiga tujuan besar:
- Mendaratkan manusia di Bulan, termasuk perempuan pertama dan orang kulit berwarna pertama.
- Mendirikan kehadiran permanen di Bulan, melalui stasiun orbit dan pangkalan permukaan.
- Mempersiapkan misi ke Mars, dengan menguji teknologi dan sistem pendukung kehidupan.
Dengan Artemis, NASA ingin menjadikan Bulan sebagai laboratorium dan batu loncatan menuju planet lain.
Artemis I hingga Artemis III
Proyek ini dibagi menjadi beberapa tahap:
- Artemis I: Diluncurkan tahun 2022 tanpa awak. Misi ini menguji roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion.
- Artemis II: Direncanakan membawa kru untuk mengelilingi Bulan tanpa mendarat.
- Artemis III: Target utama. Akan membawa astronot ke permukaan Bulan dengan bantuan sistem pendaratan buatan SpaceX.
Setiap misi akan menguji teknologi baru yang krusial untuk misi luar angkasa jangka panjang.
Peran Internasional dan Teknologi Baru
NASA tidak bekerja sendiri. Proyek ini melibatkan badan antariksa dari Eropa, Kanada, dan Jepang. Stasiun luar angkasa baru bernama Gateway juga akan dibangun di orbit Bulan untuk mendukung logistik dan penelitian.
Teknologi baru yang dikembangkan mencakup:
- Sistem pendarat bulan baru
- Baju antariksa generasi terbaru
- Pemanfaatan sumber daya lokal, seperti es air di Bulan
Semua teknologi ini akan diuji di Bulan sebelum digunakan di Mars.
Kesimpulan
Proyek Artemis NASA bukan sekadar perjalanan kembali ke Bulan. Ini adalah fondasi bagi masa depan umat manusia di luar angkasa. Dengan kemajuan teknologi dan kolaborasi global, Artemis membuka jalan bagi eksplorasi antariksa yang lebih jauh dan berkelanjutan.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga