Apa Itu Lubang Hitam dan Seberapa Besar Mereka?
Lubang hitam adalah objek astronomi yang memiliki gravitasi sangat besar, sehingga tidak ada apapun, bahkan cahaya, yang bisa lolos dari tarikan gravitasi mereka. Ini adalah salah satu fenomena paling misterius dan menarik dalam kosmologi.
Pembentukan Lubang Hitam
Lubang hitam terbentuk ketika bintang besar kehabisan bahan bakar dan runtuh di bawah gravitasi mereka sendiri. Proses ini menghasilkan keruntuhan gravitasi yang sangat rapat, menciptakan suatu titik dengan kepadatan tak terhingga yang disebut singularitas. Di sekitar singularitas terdapat horizon peristiwa, batas yang menandai titik tanpa kembali—jika sesuatu melewatinya, tidak ada yang bisa kembali.
Ukuran Lubang Hitam
Lubang hitam bisa memiliki berbagai ukuran, tergantung pada cara pembentukannya:
- Lubang Hitam Stellar
Lubang hitam jenis ini terbentuk dari keruntuhan bintang masif yang lebih besar dari sekitar 20 kali massa Matahari. Ukurannya umumnya sekitar beberapa puluh kilometer dalam diameter, meskipun massa mereka bisa setara dengan beberapa kali massa Matahari. Singularity di pusatnya sangat kecil, namun gravitasi di sekitarnya sangat kuat. - Lubang Hitam Supermasif
Lubang hitam ini terletak di pusat galaksi, termasuk galaksi Bima Sakti kita, yang memiliki Lubang Hitam Supermasif bernama Sagittarius A*. Lubang hitam jenis ini memiliki massa jutaan hingga milyaran kali massa Matahari. Serta bisa memiliki diameter lebih dari beberapa juta kilometer. Walaupun massa mereka sangat besar, mereka tidak berukuran jauh lebih besar daripada lubang hitam stellar—keberadaan mereka biasanya dikaitkan dengan pusat galaksi. - Lubang Hitam Kecil (Primordial)
Teori menyebutkan bahwa lubang hitam primordial bisa saja terbentuk pada saat Big Bang, dengan ukuran sangat kecil, bahkan lebih kecil dari atom. Namun, hingga saat ini, lubang hitam jenis ini belum terbukti ada, meskipun konsepnya masih menarik bagi ilmuwan.
Bagaimana Mereka Mempengaruhi Sekitarnya?
Lubang hitam mempengaruhi ruang di sekitarnya dengan gravitasi luar biasa. Mereka bisa menarik materi dari bintang, gas, dan debu di sekitarnya. Materi yang tertarik masuk ke dalam lubang hitam membentuk disk akresi, yang sangat panas dan memancarkan radiasi tinggi. Di sekitar lubang hitam juga sering ditemukan jet relativistik—aliran partikel yang dipercepat hampir secepat cahaya.
Kesimpulan
Lubang hitam adalah objek dengan gravitasi yang sangat kuat, tidak memungkinkan apapun, bahkan cahaya, untuk lolos darinya. Mereka datang dalam berbagai ukuran, dari yang kecil (lubang hitam stellar) hingga yang sangat besar (lubang hitam supermasif), dan memiliki dampak besar terhadap galaksi dan materi di sekitarnya.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga