Planet Kerdil: Pluto dan Teman-Temannya
Pluto dulu dikenal sebagai planet kesembilan di tata surya. Namun sejak tahun 2006, statusnya berubah menjadi planet kerdil. Ia bukan satu-satunya—ada beberapa objek lain yang masuk dalam kategori serupa. Mereka memberi gambaran baru tentang luas dan kompleksnya tata surya kita.
Apa Itu Planet Kerdil?
Planet kerdil adalah benda langit yang:
- Mengorbit Matahari
- Memiliki massa cukup untuk berbentuk bulat
- Belum membersihkan orbitnya dari benda lain
- Bukan satelit (bukan bulan dari planet lain)
Karena tidak mendominasi jalurnya, mereka dibedakan dari planet sejati seperti Bumi atau Jupiter.
Pluto: Kasus yang Terkenal
Pluto ditemukan tahun 1930 dan dianggap planet kesembilan. Tapi orbitnya miring dan kadang lebih dekat ke Matahari dibanding Neptunus. Setelah penemuan benda-benda lain yang mirip Pluto, para astronom meninjau ulang definisi planet.
Akhirnya, International Astronomical Union (IAU) menurunkan status Pluto menjadi planet kerdil pada tahun 2006. Meski begitu, Pluto tetap menarik karena memiliki:
- Atmosfer tipis
- Gunung es
- Lautan bawah permukaan yang mungkin menyimpan kehidupan mikroba
Teman-Teman Pluto
Selain Pluto, beberapa planet kerdil lain yang sudah dikenal antara lain:
- Eris: Lebih kecil dari Pluto tapi massanya lebih besar. Terletak di Sabuk Kuiper.
- Haumea: Berbentuk lonjong dan memiliki dua bulan. Berputar sangat cepat.
- Makemake: Dingin dan tertutup es metana. Sulit diamati karena redup.
- Ceres: Satu-satunya planet kerdil di Sabuk Asteroid, antara Mars dan Jupiter.
Mereka semua memiliki karakter unik dan membantu ilmuwan memahami awal terbentuknya tata surya.
Sabuk Kuiper dan Objek Jauh
Sebagian besar planet kerdil ditemukan di Sabuk Kuiper, wilayah di luar orbit Neptunus yang penuh objek es dan batu. Tempat ini dianggap sisa-sisa pembentukan planet.
Studi tentang planet kerdil juga membuka jalan untuk menjelajahi objek lain yang lebih jauh, seperti Oort Cloud.
Kesimpulan
Planet kerdil seperti Pluto dan teman-temannya menunjukkan bahwa tata surya lebih luas dari yang dulu kita bayangkan. Meski tidak lagi disebut planet utama, mereka tetap penting untuk dipelajari. Mereka adalah potongan sejarah kosmik yang menyimpan banyak rahasia alam semesta.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga