Bagaimana Kimia Digunakan dalam Kedokteran Gigi?
Kimia memiliki peran penting dalam dunia kedokteran gigi. Dari pencegahan gigi berlubang hingga pembuatan gigi palsu, ilmu kimia hadir dalam hampir semua aspek perawatan gigi modern.
Fluorida dan Pencegahan Gigi Berlubang
Senyawa kimia seperti fluorida sering ditambahkan ke pasta gigi dan air minum. Fluorida membantu memperkuat enamel (lapisan luar gigi) dan mencegah kerusakan akibat asam dari bakteri.
Proses ini disebut remineralisasi, di mana ion fluorida membantu membentuk lapisan pelindung pada permukaan gigi.
Bahan Pengisi Gigi (Tambalan)
Saat gigi berlubang, dokter gigi menambalnya dengan bahan berbasis kimia. Beberapa jenis bahan tambal antara lain:
- Amalgam: Campuran logam seperti perak, merkuri, timah, dan tembaga.
- Komposit resin: Terbuat dari plastik dan kaca silika yang bisa disesuaikan warnanya dengan gigi asli.
- Kaca ionomer: Melepaskan fluorida dan cocok untuk gigi anak-anak.
Semua bahan ini dipilih berdasarkan sifat kimianya seperti daya rekat, ketahanan, dan keamanan.
Proses Pengerasan dengan Sinar
Banyak bahan tambal dan perekat gigi menggunakan reaksi polimerisasi yang dipicu oleh cahaya biru. Proses ini mengubah bahan lunak menjadi keras dalam hitungan detik.
Kimia di balik reaksi ini membuat perawatan jadi cepat dan efisien.
Pembuatan Gigi Palsu dan Mahkota
Gigi palsu, mahkota, dan veneer dibuat dari bahan seperti porcelain, komposit resin, atau zirconia. Kimia digunakan untuk mencampur, mencetak, dan mengeraskan bahan-bahan ini agar menyerupai gigi asli.
Zirkonia, misalnya, memiliki kekuatan tinggi dan tahan aus karena sifat kimia dan struktur kristalnya.
Produk Pembersih Gigi
Obat kumur, pemutih gigi, dan pembersih plak mengandung senyawa aktif seperti hidrogen peroksida, klorheksidin, dan enzim proteolitik. Semua bahan ini dirancang dengan formulasi kimia agar efektif membunuh bakteri dan menjaga kesehatan mulut.
Kesimpulan
Kimia adalah bagian penting dari kedokteran gigi. Mulai dari pencegahan, perawatan, hingga estetika, berbagai senyawa dan reaksi kimia membantu menjaga kesehatan dan fungsi gigi. Tanpa kimia, banyak teknologi dan bahan modern dalam kedokteran gigi tidak akan ada.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga