Bagaimana Satelit Menangkap Gambar Galaksi?
Satelit luar angkasa memainkan peran penting dalam menangkap gambar galaksi. Mereka mengorbit jauh dari atmosfer Bumi, memungkinkan gambar yang jernih dan detail dari alam semesta yang sangat jauh. Tapi bagaimana cara kerja mereka?
Sensor dan Teleskop di Satelit
Satelit pengamat langit dilengkapi dengan teleskop dan sensor khusus. Salah satu yang paling terkenal adalah Teleskop Hubble. Teleskop ini tidak seperti kamera biasa. Ia bisa menangkap cahaya:
- Tampak (seperti mata manusia)
- Ultraviolet (lebih pendek dari cahaya tampak)
- Inframerah (lebih panjang dari cahaya tampak)
Dengan berbagai jenis cahaya ini, satelit bisa melihat bagian galaksi yang tersembunyi dari teleskop Bumi.
Menangkap Cahaya dari Jarak Jauh
Galaksi sangat jauh dari Bumi—bahkan jutaan atau miliaran tahun cahaya. Cahaya dari galaksi ini berjalan sangat lama sebelum sampai ke satelit. Sensor di satelit menangkap foton, yaitu partikel cahaya, dan mengubahnya menjadi sinyal digital.
Semakin sensitif sensornya, semakin lemah cahaya yang bisa ditangkap. Satelit seperti James Webb Space Telescope memiliki sensor ultra-sensitif untuk menangkap cahaya inframerah dari galaksi yang sangat jauh.
Proses Pemrosesan Gambar
Setelah cahaya ditangkap, data dikirim ke Bumi. Di sini, para ilmuwan:
- Membersihkan data dari gangguan.
- Menggabungkan banyak eksposur menjadi satu gambar.
- Mewarnai gambar sesuai panjang gelombang cahaya (sering kali warna ditambahkan secara buatan agar terlihat oleh mata manusia).
Hasil akhirnya adalah gambar galaksi yang kita lihat di media.
Keuntungan Satelit di Luar Angkasa
Atmosfer Bumi dapat menyerap atau membelokkan cahaya dari luar angkasa. Satelit di luar atmosfer menghindari masalah ini. Mereka bisa bekerja tanpa gangguan cuaca atau polusi cahaya dari kota.
Kesimpulan
Satelit menangkap gambar galaksi dengan sensor canggih dan teleskop khusus. Mereka mengumpulkan cahaya dari objek yang sangat jauh, lalu mengubahnya menjadi gambar yang bisa kita nikmati. Tanpa satelit, kita tak akan bisa melihat galaksi sedetail sekarang.
Referensi: Sains dan Teknologi | Universitas Airlangga